Jumat, 06 Juli 2012


Tsunami warning system merupakan suatu sistem yang khusus dibuat untuk dapat memberikan informasi dalam bentuk peringatan agar dampak dari kerusakan dan jatuhnya korban dapat dicegah. Struktur dari sistem ini terdiri dari 2 bagian yang sangat berpengaruh dalam operasionalnya yaitu suatu jaringan sensor untuk mendeteksi adanya tsunami juga infrastruktur dari jaringan komunikasi agar dapat memperingati adanya bencana tsunami secara dini kepada daerah yang terancam bencana untuk dapat segera mengevakuasi warga  dan mencegah jatuhnya korban jiwa. Tsunami warning system terdiri dari dua jenis antara lain, sistem peringatan dini tsunami regional dan sistem peringatan dini internasional. Dari kedua jenis tsunami warning system tersebut sangat bergantung pada kecepatan gelombang tsunami yang memiliki kecepatan sekitar 500- 1000 kkm/jam atau 0,14 – 0,28 km/sec dari laut lepas, kemudian persitiwa gempa yang seara cepat dapat dideteksi dengan melalui gelombang seismik yang memiliki laju 14.400 km/jam atau 4 km/sec. Dari gelombang seismik yang muncul, kemudian dapat diperkirakan mengenai tenggang waktu untuk melaksanakan mitigasi atau penyampaian informasi mengenai peringatan ancaman tsunami.

       Dalam artikel ini, saya akan memberikan sedikit penjelasan mengenai tsunami warning system yang ada di Indonesia. Sistem ini merupakan sebuah sistem buatan yang dirancang oleh manusia untuk tujuan kepentingan umum atau sipil. Sistem ini bekerja dengan mendeteksi adanya suatu gejala alam yang memiliki potensi terhadap timbulnya tsunami dan untuk mendeteksi tempat terjadinya gempa yang menjadi penyebab timbulnya tsunami. Laporan yang didapat dari tsunami warning system dapat dijadikan sebagai parameter untuk memprediksi dampak yang ditimbulkan juga daerah mana saja yang akan terkena dampaknya. 

Ini merupakan gambar dari Tsunami Warning System yang dimiliki oleh negara Indonesia



      Didalam praktiknya ada tiga cara yang efektif untuk menangani bencana tsunami, diantaranya antara lain adalah :
1. Penilaian terhadap bahaya ( hazard assessment),
2. Peringatan (warning),
3. Persiapan ( preparedness)
      Selain itu ada dua mekanisme yang dapat dilakukan sebagai upaya mitagasi dari bencana tsunami, antara lain :
1.    Upaya mitigasi bencana tsunami structural
Mekanisme dari  upaya ini mempunyai tujuan untuk dapat memperkecil gelombang tsunami yang menyapu daerah pesisir pantai juga sebagai pencegahan terjadinya kerusakan berat pasca tsunami. Upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain:
a.  Secara alami, kita dapat melakukan penanaman bibit mangrove sehingga terbentuk hutan mangrove atau green belt disepanjang pesisir pantai
b.    Kita dapat membuat break water atau pemecah gelombang dengan  barrier reef atau terumbu karang buatan.
c.    Untuk dapat mengurangi dampak dari kerusakan property seperti bangunan yang berada di pesisir pantai, kita bisa memperkuat infrastrukutur dari bangunan dengan menggunakan teknik bangunan yang tahan terhadap bencana alam seperti gempa maupun tsunami.
d.    Kemudian membuat pengembangan secara intensif dengan cara relokasi dan retrofitting.
2.    Upaya mitigasi bencana tsunami secara non-struktural
Upaya ini merupakan mekanisme yang berkaitan dengan aturan dari kegiatan manusia supaya berjalan sesuai dengan upaya mitigasi bencana secara struktuiral. Ada beberapa hal yang meliputi upaya ini, diantaranya adalah :
a.  Membuat kebijakan mengenai kawasan pantai atau zonasi yang aman dari bencana tsunami,
b. Membuat keebijakan mengenai standar pembangunan dari sarana dan prasarana yang ada di daerah pesisir,
c.    Membuat suatu daerah atau mikrozonasi rawan bencana dalam skala local,
d. Mengadakan sosialisasi dan pelatihan yang berhubungan dengan mitigasi bencana dan membuat pemetaan terhadap kawasan yang berpotensi terkena tsunami,
e. Membuat dan mengembangkan early warning system terhadap bencana tsunami.


Sumber :

  1. Ahmad.Faisal.2012.http://www.ilmukelautan.com/instrumentasi-dan-hidroakustik/instrumentasi-kelautan/392-sistem-peringatan-dini-tsunami-tsunami-warning-system. Diakses pada tanggal 8 Mei 2012 pada pukul 20.00 WIB
  2. Anonim.2012. http://www.tempo.co/read/news/2012/04/11/173396360/Kawasan-Pesisir-Lima-Provinsi-Terancam-Tsunami. Diakses pada tanggal 8 Mei 2012 pada pukul 20.00 WIB.
  3. Elin Yunita Kristanti, Nur Farida Ahniar. 2011. http://nasional.vivanews.com/news/read/239527-ancaman-tsunami--indonesia-ranking-1-dunia. Diakses paada tanggal 8 Mei pada pukul 22.30 WIB
  4. Anonim.2011.http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_peringatan_dini_tsunami Diakses paada tanggal 8 Mei pada pukul 22.00 WIB
  5. Sari.2011.http://www.scribd.com/doc/4732957/MITIGASI-BENCANA-ALAM-TSUNAMI-DI-INDONESIA Diakses paada tanggal 8 Mei pada pukul 22.30 WIB
  6. Anonim.2011.http://kskbiogama.wordpress.com/2010/03/22/identiikasi-dan-mitigasi-bencana-tsunami/. Diakses pada tanggal 06 Mei 2012 pada pukul 10.35 WIB.