Tsunami warning system
merupakan suatu sistem yang khusus dibuat untuk dapat memberikan informasi
dalam bentuk peringatan agar dampak dari kerusakan dan jatuhnya korban dapat
dicegah. Struktur dari sistem ini terdiri dari 2 bagian yang sangat berpengaruh
dalam operasionalnya yaitu suatu jaringan sensor untuk mendeteksi adanya
tsunami juga infrastruktur dari jaringan komunikasi agar dapat memperingati
adanya bencana tsunami secara dini kepada daerah yang terancam bencana untuk
dapat segera mengevakuasi warga dan mencegah jatuhnya korban jiwa.
Tsunami warning system terdiri dari dua jenis antara lain, sistem peringatan
dini tsunami regional dan sistem peringatan dini internasional. Dari kedua
jenis tsunami warning system tersebut sangat bergantung pada kecepatan
gelombang tsunami yang memiliki kecepatan sekitar 500- 1000 kkm/jam atau 0,14 –
0,28 km/sec dari laut lepas, kemudian persitiwa gempa yang seara cepat dapat
dideteksi dengan melalui gelombang seismik yang memiliki laju 14.400 km/jam
atau 4 km/sec. Dari gelombang seismik yang muncul, kemudian dapat diperkirakan
mengenai tenggang waktu untuk melaksanakan mitigasi atau penyampaian informasi
mengenai peringatan ancaman tsunami.
Dalam artikel ini, saya akan memberikan sedikit
penjelasan mengenai tsunami warning system yang ada di Indonesia. Sistem ini
merupakan sebuah sistem buatan yang dirancang oleh manusia untuk tujuan
kepentingan umum atau sipil. Sistem ini bekerja dengan mendeteksi adanya suatu
gejala alam yang memiliki potensi terhadap timbulnya tsunami dan untuk
mendeteksi tempat terjadinya gempa yang menjadi penyebab timbulnya tsunami.
Laporan yang didapat dari tsunami warning system dapat dijadikan sebagai
parameter untuk memprediksi dampak yang ditimbulkan juga daerah mana saja yang
akan terkena dampaknya.
Ini merupakan gambar
dari Tsunami Warning System yang dimiliki oleh negara Indonesia
Didalam praktiknya ada
tiga cara yang efektif untuk menangani bencana tsunami, diantaranya antara lain
adalah :
1. Penilaian terhadap bahaya ( hazard assessment),
2. Peringatan (warning),
3. Persiapan ( preparedness)
Selain itu ada dua mekanisme yang
dapat dilakukan sebagai upaya mitagasi dari bencana tsunami, antara lain :
1. Upaya mitigasi bencana tsunami
structural
Mekanisme dari upaya ini mempunyai tujuan untuk dapat memperkecil
gelombang tsunami yang menyapu daerah pesisir pantai juga sebagai pencegahan
terjadinya kerusakan berat pasca tsunami. Upaya-upaya yang dapat dilakukan
antara lain:
a. Secara alami, kita dapat melakukan penanaman bibit
mangrove sehingga terbentuk hutan mangrove atau green belt disepanjang pesisir
pantai
b. Kita dapat membuat break water
atau pemecah gelombang dengan barrier reef atau terumbu karang buatan.
c. Untuk dapat mengurangi dampak
dari kerusakan property seperti bangunan yang berada di pesisir pantai, kita
bisa memperkuat infrastrukutur dari bangunan dengan menggunakan teknik bangunan
yang tahan terhadap bencana alam seperti gempa maupun tsunami.
d. Kemudian membuat pengembangan
secara intensif dengan cara relokasi dan retrofitting.
2. Upaya mitigasi bencana tsunami
secara non-struktural
Upaya ini merupakan mekanisme yang berkaitan dengan aturan dari kegiatan
manusia supaya berjalan sesuai dengan upaya mitigasi bencana secara
struktuiral. Ada beberapa hal yang meliputi upaya ini, diantaranya adalah :
a. Membuat kebijakan mengenai kawasan pantai atau zonasi
yang aman dari bencana tsunami,
b. Membuat keebijakan mengenai
standar pembangunan dari sarana dan prasarana yang ada di daerah pesisir,
c. Membuat suatu daerah atau
mikrozonasi rawan bencana dalam skala local,
d. Mengadakan sosialisasi dan
pelatihan yang berhubungan dengan mitigasi bencana dan membuat pemetaan
terhadap kawasan yang berpotensi terkena tsunami,
e. Membuat dan mengembangkan
early warning system terhadap bencana tsunami.
Sumber :
- Ahmad.Faisal.2012.http://www.ilmukelautan.com/instrumentasi-dan-hidroakustik/instrumentasi-kelautan/392-sistem-peringatan-dini-tsunami-tsunami-warning-system. Diakses pada tanggal 8 Mei 2012 pada pukul 20.00 WIB
- Anonim.2012. http://www.tempo.co/read/news/2012/04/11/173396360/Kawasan-Pesisir-Lima-Provinsi-Terancam-Tsunami. Diakses pada tanggal 8 Mei 2012 pada pukul 20.00 WIB.
- Elin Yunita Kristanti, Nur Farida Ahniar. 2011. http://nasional.vivanews.com/news/read/239527-ancaman-tsunami--indonesia-ranking-1-dunia. Diakses paada tanggal 8 Mei pada pukul 22.30 WIB
- Anonim.2011.http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_peringatan_dini_tsunami Diakses paada tanggal 8 Mei pada pukul 22.00 WIB
- Sari.2011.http://www.scribd.com/doc/4732957/MITIGASI-BENCANA-ALAM-TSUNAMI-DI-INDONESIA Diakses paada tanggal 8 Mei pada pukul 22.30 WIB
- Anonim.2011.http://kskbiogama.wordpress.com/2010/03/22/identiikasi-dan-mitigasi-bencana-tsunami/. Diakses pada tanggal 06 Mei 2012 pada pukul 10.35 WIB.
